October 8, 2010

Ukuran dan bentuk sel

Posted in bacaan, Ilmu Biologi tagged , , at 7:29 am by clelioch

Sel mempunyai ukuran dan bentuk yanng bervariasi. Umunya ukuran sel adalah mikroskopis. Sebagai contoh pada ovum manusia mempinyai diameter 100µ, erystrosit 10µ, bakteri 1µ, dan virus 0,1µ dan sel-sel lain berkisar 0,4µ sampai 10µ.

Telur ayam atau telur burng adalah sebuah sel di mana yang disebut sel adalah vitellusnya. Jika diperhatikan in adalah ukuran sel yang sangat besar, itulah sebabnya, ukuran rata-rata dari sel sangat sukar untuk ditentukan.

Sesuai dengan fungsinya maka bentuk sel itu menunjukkan variasi yang bermacam-macam. Pada umumnya bentuk sel pada tumbuhan adalah segi empat memanjang atau segi enam, misalnya sel-sel epidermis, sel-sel parenkin. Disamping itu pada bagian kayu sel-selnya berbentuk serabut (skelernkin) dan bulat (kolenkim).

Bentuk sel pada hewan dan tumbuhan juga bermacam-macam, terutama sel-sel jaringan tepi, kita kenal antara lain :

  1. Selapis sel bulat  pipih disebut sel squamosa simplek.
  2. Sel bulat pipih berlapis disebut squamosa komplek.
  3. Sel berbentuk kubus disebut kuboid.
  4. Sel berbentuk segi empat di sebut kolumner.

(Sumber JP BOOKS Biologi kelas XI)

Sejarah DiKetahuinya sel

Posted in bacaan, Ilmu Biologi tagged , , at 6:52 am by clelioch

Sel bawang Sel merupakan unit organisasi terkecil makhluk hidup, berarti di dalam sel terdapat bagian-bagian yang berperan dalam melakukan aktifitas hidup sel. Pengetahuan tetang sel telah dimulai sejak abad ke-17 di mana pada waktu itu Robert Hooke (1635-1703) dari Inggris seorang pedagang kaca berhasil membuat sebuah alat yang dapat digunakan untuk mengamati benda-benda yang sangat kecil. Alat itu kemudian dikenal dengan nama Mikroskop.

Dengan alat itu Robert Hooke dapat melihat bagian-bagian dari irisan kulit kayu yang mati dan sangat kecil. Hasil itu berupa petak-petak segi empat yang di tengahnya kosong. Benda tersebut disebut sel yang berarti petak atau ruangan kecil.

Pada tahun 1838-1939, dua orang ahli fisiologi Jerman, Theodor Schewann dan Matthias Jacob Scheiden, masing-masing bekerja secara sendiri-sendiri, mengajukan suatu teori sel yang baru dan revosolusioner. Mereka manganggap bahwa makhluk hidup, dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks, hampir sepenuhnya tersusun dari sel dan bahwa sel-sel ini memainkan peranan penting dalam semua kegiatan hidup.

Kemudian, diketahui tidak hanya tubuh hewan dan tumbuh-tumbuhan yang lebih tinggi yang terdiri dari banyak sel, tetapi juga  bahwa tiap-tiap makhluk hidup berasal dari perkembangan satu sel tunggal. (Sumber jp BOOks Biologi kelas XI )

%d bloggers like this: